Selasa, 10 Mei 2011

Sistem Proyeksi Koordinat UTM (Universal Transverse Mercator)


Dalam GIS ada 2 sistem koordinat yang biasa digunakan, yaitu koordinat geografi dan UTM (Universal Transverse Mercator). Tanpa maksut merendahkan sobat-sobat semua, buat sobat-sobat yang masih newbie seperti saya, silahkan baca juga deskripsi GIS disini.

 
Balik lagi ke bahasan kita, Sistem Proyeksi Koordinat UTM (Universal Transverse Mercator) adalah rangkaian proyeksi Transverse Mercator untuk global dimana bumi dibagi menjadi 60 bagian zona. Setiap zona mencangkup 6 derajat bujur (longitude) dan memiliki meridian tengah tersendiri. Berbeda dengan koordinat geografi yang satuan unitnya adalah derajat, koordinat UTM menggunakan satuan unit meter. Setiap zona memiliki panjang x sebesar 500.000 meter dan panjang y sebesar 10.000.000 meter.
Proyeksi ini menjadi dasar koordinat sistem global yang pada awalnya dikembangkan untuk keperluan militer, namun sekarang sudah dipakai lebih luas.
Sehingga, zona 1 pada koordinat UTM dimulai dari 1800 BB-1740 BB, kemudian dilanjutkan dengan zona 2 yang dimulai dari 1740 BB-1680 BB, zona 3 dimulai dari 1680 BB-1620 BB, dst…  sedangkan  untuk batas lintang dibagi berdasarkan nilai 8 derajat.
Untuk Indonesia yang berada pada posisi 900BT - 1440BT dan 110LS - 60LU terbagi ke dalam 9 zona UTM yaitu zona 46 – 54








8 komentar:

  1. Salam Kenal....
    maap nubitol mau bertanya soal globalmapper
    begini ceritanya...
    saya menggunakan globalmapper untuk membuat peta dengan skala 1:25000, dengan grid UTM: 1000
    Diharapkan tiap grid panjang 1 Km
    nah setelah jadi.. dikomputer emang tiap grid jeda 1000
    MASALAHNYA ADALAH.........
    ketika saya print terdapat keanehan-keanehan
    1. Saya print A4 sekala 1:25000 potrait Hasilnya Panjang tiap grid hanya 3 cm
    2. Saya print a4 skala 1:25000 landscape Hasilnya beda-beda.. ada yang 3,85cm ada yang 4 cm...
    PERTANYAANYA ADALAH....
    1. apakah saya ada kesalahan terhadap input data, pengaturan atao yang lainnya
    2. Mohon bimbingannya untuk menghasilkan peta seperti yng saya maksut diatas.......!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo menurut saya, itu ada d pngaturan printernya mas ...
      stelah kta klik ctrl+p, jgn lngsung d print, tpi ada lngka2nya , sbg brikut :
      1. pada lyar awal print, ganti print sesuai yg ada.
      2. pda tulisan "print range" ganti pda mode "current page"
      kmudian klik pada tulisan "layout" ada tulisan image position & size, ganti pada mode "fit to page" kmudian kembali ke "general" lalu klik "preverences" kmudian klik "page setup" ganti pada "page size" menjdi "A3 scaled" kmudian ganti pada "page layout" menjadi "poster printing" kmudian klik pda bag bwh sndri "ok" kmudian baru anda print, smoga berhsil, karna sya jga biasa print peta pke A4 skala 1:12.500 & 1:25.000, jka kurang jelas, silahkn hubungi 085764220677 (wisnu)

      Hapus
    2. sepakat dengan mas wisnu kmungkinan besar masalah ada pada proses printnya, jika tidak ingin ribet sebaiknya mnggunakan skala batang karna skala batang jika di print besar atau kecil otomatis menyesuaikan ukuran. terima kasih semoga membantu

      Hapus
  2. misi mas wisnu, saya mo nanya,,1 zona utm itu berapa km??panjang dan lebarnya maksudnya.
    mohon dijawab yaa
    makasih banyak sebelumnya

    BalasHapus
  3. mau tnya apakah ada Zona UTM di propinsi Papua

    BalasHapus
  4. nungpang nanya gan...
    kalau lokasi berada diantara dua zona, seperti kabupaten bondowoso (49 S dan 50 S), maka untuk proyeksi datum utm kita ikut yang mana ? thanks....

    BalasHapus
  5. Salam kenal, bisa dijelasin gak titik nol dari sistem koordinat UTM, dan titik nol dari sistem koordinat geografis itu dimana ?

    BalasHapus
  6. tolong kasih tau cara menghitung luas secara manual dari kordinat UTM ?
    thaks...

    BalasHapus